Sumedang. - Perwakilan Edutech Madrasah Indonesia, Aep Saepudin dan Ace Syarifudin mengunjungi korban terdampak bencana banjir dan longsor di Cimanggung Kabupaten Sumedang Jawa Barat, 11 Februari 2021.

Diawali mengunjungi 3 orang guru RA dan 2 orang guru Madrasah yang terdampak bencana, Edutech Madrasah merasa terpanggil dengan kejadian musibah banjir dan tanah longsor. Pertemuan dilangsungkan di MTs Yasta Bunter, sekaligus untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian, dan pihak penerima mengucapkan banyak terima kasih bagi yang telah peduli pada Korban banjir melalui Efutech Madrasah.

Menurut kepala MTs Yasta Bunter Cimanggung Cecep suja’i, madrasahnya terkena dampak korban Banjir.

“Pada waktu itu sekitar pukul 15.00, WIB, intensitas hujan cukup deras dan terjadilah banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya. Ketika itu, air mencapai ketinggian 70 cm, prasarana yang ruksak yakni server komputer dan bangku yang terbuat dari olimpic yang ditaksir 25 jutaan," lanjutnya.

Perwakilan Edutech Madrasah kemudian mengunjungi posko Kantor Desa Cihanjuang untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan rasa haru terhadap warga terdampak bencana. Bantuan diberikan kepada bendahara Desa, sehubungan Kepala Desa dan Sekretarisnya ada kegiatan dengan pemda kabupaten.

Menurut Kepala Dusun Bojong Kondang Desa Cihanjuang Cimanggung, yg tinggal di lokasi bencana, sebelum kejadian terdengar ledakan sangat keras yang ternyata tanah longsor yang cukup besar dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, aparat pemerintah desa bersama babinsa, kepolisian sektor dan warga datang ke lokasi untuk melakukan pembersihan tanah longsor. Hanya saja, kemudian terjadi ledakan kedua disertai tanah longsor susulan hingga menelan banyak korban.

Alhamdulillah, sebulan berlalu, kini korban sudah dipindahkan ke rumah sewa dan rumah susun dalam tanggungan pemerintah. Kepala seksi kesejahteraan menyebutkan, bantuan untuk pihak korban tersedia untuk 6 bulan ke depan yang saat ini ditampung di posko utama dan kantor desa. Walaupun begitu, pemulihan bekas kejadian dan relokasi korban diharapkan selesai dalam waktu 3 bulan.

Adanya bantuan dari Edutech Madrasah, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih, insya Allah akan didistribusikan kepada yang berhak, ujarnya.

Perwakilan Edutech Madrasah pada dua kesempatan itu tidak lupa menyampaikan bahwa Edutech Madrasah Indonesia yang berpusat di Jakarta merupakan komunitas pendidik berbadan hukum dalam bidang teknologi dan informasi. Kegiatan-kegiatannya lebih berarientasi kepada tujuan saling berbagi, menginspirasi dan memberdayakan satu sama lain.

Kegiatan donasi peduli bencana semata-mata spontanitas dari kepedulian anggota komunitas. 

Penulis: Aep Saepudin

5 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama