Majene- Bencana gempa yang melanda kabupaten majene dan kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat tanggal 14 Januari 2021 menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian materil.

Edutech Madrasah yang menyaksikan masifnya informasi dan pemberitaan mengenai gempa di Sulawesi Barat dan beberapa wilayah di Indonesia berinisiatif untuk menggalang donasi guna disalurkan kepada warga terdampak. Perwakilan Edutech Madrasah di provinsi Sulawesi Barat pun bertolak ke daerah lokasi untuk menyalurkan bantuan yang berupa kebutuhan ibu dan bayi, makanan ringan, selimut dan lauk pauk.

Perwakilan TIM EDUTECH MADRASAH yang di wakili oleh Pak Nasaruddin Berangkat hari Sabtu tanggal 6 Februari 2021 pukul 08.30 tiba di lokasi posko pertama sekitar pukul 11.45, lanjut ke posko kedua sekitar pukul 12.00 dan tiba di posko kedua pukul 12.45.

Bantuan yang rencananya akan diserahkan langsung kepada warga yang terdampak gempa di Bela kecamatan Ulumanda Provinsi Sulawesi Barat. Perwakilan Edutech yang tiba di posko peduli bencana gempa Sulawesi Barat disambut dengan baik oleh para relawan yang ada di sana. Perwakilan Edutech Madrasah yang sedianya akan menyalurkan bantuan secara langsung kepada para warga Bela yang terdampak bencana pun diurungkan setelah mendapat informasi tentang kondisi jalan menuju Bela. Bantuan tersebut disalurkan di dua posko berbeda sesuai dengan informasi kebutuhan yang sebelumnya diperoleh dari relawan yang bermukim di sana.


Posko Distrbusi Bantuan

Menurut para relawan tersebut, kondisi jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan disebabkan bekas longsoran yang terjadi di banyak titik akibat gempa belum dibersihkan sehingga untuk menjangkau daerah Bela harus berjalan kaki dengan waktu tempuh 10 – 12 jam perjalanan. Bantuanpun disalurkan di posko pendistribusian bantuan.



Kondisi jalan menuju Bela


Sedikit bercerita tentang keadaan warga di daerah Bela yang kami peroleh dari salah satu relawan yang telah membantu di sana sejak terjadinya gempa Dahri Dahlan, beliau ini merupakan salah satu dosen di Universitas Mulawarman Samarinda yang berkelahiran Polewali Mandar Sulawesi Barat. "Kondisi warga sangat memprihatinkan, kami sungguh merasa tercubit dan meneteskan air mata melihat kondisi mereka saat itu. di awal-awal terjadinya gempa warga bela sedikitpun tidak tersentuh bantuan disebabkan daerah mereka yang tidak terdeteksi karena berada di daerah pedalaman. Warga di sana hampir 3 hari sejak terjadinya gempa tidak makan dan kekurangan air bersih. Wajah-wajah ketakutan begitu tergambar di muka mereka, kami begitu pilu melihat dan mendengar tangisan di mana-mana.”

Bencana gempa ini menyebabkan banyak pemukiman warga yang rusak dan tidak layak huni lagi. Sampai di saat perwakilan Edutech Madrasah mengantarkan bantuan untuk mereka, para warga masih berdomisili di Camp-camp pengungsian. Mereka trauma untuk Kembali ke rumah mereka. Apalagi gempa masih sering terjadi. Satu dan dua hari sebelum keberangkan perwakilan Edutech Madrasah ke lokasipun gempa masih sempat terjadi dengan kekuatan 4,5 dan 5,2 SR dan gempa-gempa kecil dengan skala 2,8 SR.

Para relawan yang ada di posko pendstribusian menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak Edutech Madrasah atas bantuan yang mereka salurkan dan INSYA ALLAH bantuan itu akan segera didistribusikan kepada warga Bela dan Ulumanda.

Penulis - Nasaruddin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama